Featured Posts

Yuk Shalat Dhuha

“Bagi masing-masing ruas dari anggota tubuh salah seorang di antara kalian harus dikeluarkan sedekah. Setiap tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (Laa Ilaaha Illallaah) adalah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik pun juga sedekah, dan mencegah kemunkaran juga sedekah. Dan semua itu bisa disetarakan ganjarannya dengan dua rakaat shalat Dhuha”. (HR. Muslim)

Pelajaran Berpikir Positif dari Surat Adh-Dhuha

dakwatuna.com – Surat Adh-Dhuha memberikan pengajaran dengan sangat mendalam tentang Berpikir Positif. Di lain pihak, Shalat Sunnah Dhuha banyak dianggap sebagai Shalat Sunnah mohon rezki. Lantas apa hubungan dari hal itu semua?

Arti dari Dhuha adalah saat matahari naik di pagi hari. Oleh karena itu waktu ideal melaksanakan shalat Dhuha adalah ketika matahari naik sepenggalan atau sekitar pukul 8, walaupun diperkenankan sejak matahari mulai terbit (sekitar pukul 6.00 s.d 6.30).

Surat ini dimulai dengan qasam (sumpah) dengan huruf wâw (و) dan dhuhâ (ضُحَى) sebagai muqsamu bih-nya (مُقْسَمٌ بِهِ, obyek yang digunakan untuk bersumpah). Pendapat yang berlaku di kalangan ulama terdahulu mengatakan bahwa sumpah al-Qur’an dengan wâw mengandung makna pengagungan terhadap muqsamu bih (مُقْسَمٌ بِهِ). Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa sumpah Allah dengan sebagian makhluk-Nya menunjukkan bahwa ia termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya yang besar. Menurut Muhammad Abduh, sumpah dengan dhuhâ (cahaya matahari di waktu pagi) dimaksudkan untuk menunjukkan pentingnya dan besarnya kadar kenikmatan di dalamnya. Berarti pada saat matahari naik di pagi hari (Dhuha) dan pada saat sunyinya malam ada rahasia penting tentang nikmat Allah di dalamnya.

Mari kita renungkan satu persatu lanjutan ayat-ayatnya.

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

“Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu”

Para mufassir sepakat bahwa latar belakang turunnya surat ini adalah keterlambatan turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW Keadaan ini dirasakan berat oleh Rasul, sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa Muhammad SAW telah ditinggalkan oleh Tuhan nya dan dibenci-Nya.

Ayat ini memberikan taujih (arahan) kepada Rasulullah SAW agar tetap berpikir positif kepada Allah SWT, dan tidak menduga-duga hal negatif atau hal buruk seperti yang ada di pikiran orang-orang munafik dan musyrik.

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ

“dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk…” (QS. 48 ayat 6)

Jika pun hidup kita berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Yakinlah hari-hari kemudian akan lebih baik dari hari-hari sekarang dan hari-hari yang telah lalu.

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

“Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)”

Berprasangka baiklah Allah SWT akan memberikan karunia dan rahmat yang besar di hari-hari esok, dan JANGAN BERPUTUS ASA! READ THE FULL ARTICLE >>

Takut Kiamat? Bohong!

oleh Nurudin Selasa, 17/11/2009 14:12 WIB

Abi….sini deh! “ kudengar suara putriku memanggil dari dalam rumah, kemarin sore saat aku baru pulang kerja. Sepertinya ada hal penting yang ingin dia tanyakan atau sampaikan secepatnya, sampai-sampai salamku tak dijawabnya.

Aku ulangi salamku sekali lagi. Kulihat wajah mungilnya tersenyum, keluar dari pintu. Dijawabnya salamku dan diciumnya tanganku.

Ada apa sayang, kayaknya ada yang penting banget? “ tanyaku sambil melepas sepatu di teras rumah.

Kata orang-orang tahun 2012 kiamat, abi percaya ngga? “

Percaya, tapi tidak! “ jawabku sambil tersenyum. Kuletakkan sepatuku di tempatnya. Kugandeng tangannya masuk ke dalam rumah. Aku tahu dia masih bingung dengan jawabanku tadi.

“ Abi percaya kalau kiamat itu bakal terjadi, karena salah satu dari enam rukun iman kan percaya akan datangnya hari akhir ( kiamat ). Tapi abi nda percaya dengan ramalan yang mengatakan tahun 2012 bakal terjadi kiamat. Rosululloh saja tidak tahu kapan pastinya hari kiamat akan terjadi, apalagi para peramal itu. Rosululloh hanya menunjukan tanda-tanda menjelang terjadinya kiamat, tapi tidak pernah sekalipun menyebutkan kapan waktunya secara pasti. Jika ada peramal yang mengatakan kiamat akan terjadi tanggal sekian bulan sekian dan tahun sekian, jelas itu dusta. Hati-hati, percaya omongan peramal bisa membuat kita jadi musrik” jawabku panjang lebar.

Kulihat putriku beberapa kali mengangguk. Dia tak bertanya apa-apa lagi, aku rasa dia sudah paham dengan penjelasanku.

Bukan saja anak-anak seperti putriku, tapi beberapa teman kantorku juga belakangan ini sering membahas isyu mengenai kiamat yang diprediksi akan terjadi tahun 2012. Tak hanya di kantor, di lingkungan tempat tinggalku, pembicaraan seputar ramalan ini juga masih saja menjadi topik yang sering dibicarakan. Meski rata-rata tidak percaya, tapi dari seringnya terjadi pembicaraan serupa, paling tidak membuktikan bahwa mereka sebenarnya merasa khawatir jika ramalan itu benar-benar akan terbukti. READ THE FULL ARTICLE >>

DO’A MOHON DIBERI KEDUDUKAN YANG MULIA

“Ya Tuhan ku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat.”

(Al-Mu’minuun 23:29)

ENAM JAMINAN SURGA

Setiap manusia pasti ingin masuk surga dalam keadaan kehidupan akhirat . Rasulullah saw mengumukakan hal-hal yang harus kita lakukan dalam hidup ini untuk bias memasukinya. Beliau bersabdah.

“Jaminlah untukku enam perkara darimu, aku jamin surga untukmu, yaitu: benarlah bila kamu bicara,tepatlah janji bila berjanji, sampaikan apabila kamu diberi amanah, jagalah kemaluanmu tahanlah pandangan matamu, dan tahanlah tanganmu.”(HR.Ahmad,Ibnu Hibban, Baihaqi)

Berdasarkan hadis diatas, ada enam hal harus kita jaminkan kepada Rasulullah yang membuat beliau menjamin kita masuk kedalam surga. Enam hal itu adalah sebagai berikut :

1. Benar dalam berbicara.

Perkataan yang benar diistilahkan oleh Rasulullah saw dengan perkataan yang baik. Hal ini merupakan ukuran iman dalam suatu hadis.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.”(HR. Bukhari dan Muslim).

2. Menepati janji.

Bilaseorang muslim berjanji pada seseorang, dia harus memenuhinya. Meskipun janji itu kepada anak yang masih kecil, dalam suatu hadis. Rasulullah bersabdah,

“Barang siapa yang berkata kepada anak kecil, maka kemari, nanti saya beri karma ini. Kemudian dia tidak memberinya, maka dia telah membohongi anak itu.”(HR.Ahmad).

3. Memenuhi Amanah.

Memenuhi amanah merupakan perkara yang sangat penting. Oleh karena itu, tidak diakui keimanan seseorang bila dia tidak amanah. Rasulullah saw bersabdah,

“tidak (sempurna) imanseseorang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama seseorang  yang tidak menunaikan janji.” (HR. Ahmad).

4. Menjaga kemaluan

Zina merupakan suatu yang sangat hina. Oleh karma itu, harus dijauhi dan dengan begitu berarti bias menjadi kemaluanya. Allah bersabdah.

“Dan jangan lah kamumendekati zina;(zina) itu sungguh perbuatankeji, dan suatu jalan yang buruk.”(AlIsraa’:32).

5. Menahan Pandangan mata

Menahan pandangan mata berarti menjaga mata dari melihat secara berlebihan terhadap lawan jenis sehingga pandangan mata tidak didorong oleh hawa nafsu. Allah swt berfirman:

“katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya , dan memelihara kemaluanya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh,Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakana lah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandanganya, dan memelihara kemaluanya, dan janganlah menampakan perhiasan (auratnya) , kecuali yang (biasa) terlihat.” (AN-nuur:30-31)

6. Menahan Tangan

Tangan biasa melakukan segala sesuatu. Sebagai seorang muslim yang ingin masuk surga, seharusnya kita bias mengendalikan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan Allah swt sehyingga tangan bias menyelamaatkanmanusia sebagaimana yang telah disebutkan dalam sabdah Nabi saw,

“Sebaik-baiknya muslim adalah muslim yang selamat dari lisan dan tangannya.”(HR.Muslim).

(Sumber:Buku 160 Materi Dakwaah Pilihan, Drs H.Ahmad  Yani,Al Qalam, hal. 304-306)

Apakah orang yang wafat mengetahui ziarah orang yang masih hidup dan ucapan salam mereka untuk orang yang wafat atau tidak?

Bismillahirrahmanirrahim . . .

Ibnu ‘Abdil Bar berkata : Rasulullah Saw bersabda : (( Tak satu muslim pun berjalan melewati kuburan saudaranya yang dia kenal saat di dunia kemudian mengucapkan salam kepadanya kecuali Allah Swt akan mengembalikan ruh yang wafat ke jasadnya sampai dia menjawab salamnya kepada yang masih hidup ))*. Dan Abu Hurairah menambahkan dari Rasulullah Saw : (( Dan jika yang hidup tidak mengenal yang wafat dan mengucapkan salam kepadanya maka orang yang wafat akan menjawab salamnya ))*.

Dan Rasulullah Saw bersabda : (( Sesungguhnya orang yang wafat mendengar suara sandal orang –orang yang menyukainya saat mereka berpaling (pergi) darinya ))*.

Dari dua hadist diatas, kita dapat mengetahui bahwa orang –orang yang berada di dalam kubur mengetahui orang –orang yang menziarahinya dan orang-orang yang mengucapkan salam kepadanya, bahkan salam dapat dijawab oleh mereka yang wafat. Oleh karena itu, Rasulluh Saw mengajarkan kita untuk mengucapkan salam setiap kali kita melintasi kuburan orang-orang muslim karena salam untuk mereka yang diajarkan oleh Rasulluh Saw kepada kita termasuk doa dan permohonan ampunan kepada Allah Swt untuk keringanan dari adzab yang amat pedih dan siksa kubur yang menyakitkan untuk mereka.

Dan Rasulluh Saw telah mengajarkan umatnya saat melewati kuburan kaum muslimin agar mengucapkan : (( Salaamun ‘alaikum ahlad diyar minal mu’minin wal muslimin, wa inna insya Allahu bikum laahiqun, yarhamullah almustaqdimin minkum wal musta’khirin, nas alullah lana wa lakumul ‘afiyah))*. Keselamatan untuk kalian semua penghuni kubur dari kaum mu’minin dan muslimin, dan sesungguhnya kami, dengan kehendak Allah, akan bertemu dengan kalian, Allah merahmati orang-orang yang terdahulu (wafat) dari kami dan kalian semua dan orang-orang yang baru saja wafat, kami memohon kepada Allah keselamatan (kesehatan tubuh) untuk kami dan kalian semua.

Dan begitulah Rasulluh Saw mengajarkan umatnya ucapan salam untuk para penghuni alam kubur agar kita dapat sedikit ikut merasakan dan memikirkan nikmat dan siksa alam keempat yang semua manusia pasti akan melewatinya, yaitu alam kubur sehingga kita akan selalu dapat mengingat alam selanjutnya sekaligus alam yang terakhir dari lima alam yang manusia akan lewati, yaitu Alam Akhirat. Setiap ketaatan akan dibalas dengan nikmat di Akhirat dan setiap keingkaran akan dibalas dengan siksa dan adzab yang amat pedih di Akhirat pula.

Wallahu ‘Alam Bish Showab . . .

  1. Faidlu Qodr : 5/487
  2. Syarhus Shudur : 273
  3. Fathul Bari : 3/305, & Musnad Ahmad : 7/300

Riwayat Muslim (674), & Ibnu Majah (1547)

Membuka Aib Saudara

Nabi Nuh Alaihis Salam berdakwah kepada kaum kafir lebih kurang selama 950 tahun, tetapi hasilnya tidak seberapa. Saat itu, para penyembah berhala memang sangat keras, angkuh, kasar dan kejam. Kaum yang yak beriman itu beberapa kali menyerang Nabi Nuh Alaihis Salam. Beliau hampir terbunuh karenanya. Akhirnya malaikat pun mendatangi beliau dan menyarankan kepada beliau agar jangan menyusahkan diri, karena betapapun mereka sering diseru mereka tak akan beriman kepada Allah Azza wa Jalla.

Sejak saat itulah Nabi Nuh Alaihis Salam memohon kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala agar membersihkan bumi dari kejahatan kaum kafir, sebab kalau dibiarkan mereka akan selalu menyesatkan dan melahirkan anak-anak tak bermoral dan tak bersyukur. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan doa Nabi Nuh dan menjanjikan akan menenggelamkan mereka. Oleh karena itu, Nabi Nuh diperintahkan membuat perahu agar tidak ikut tenggelam bila banjir datang.

Setelah segalanya siap, banjir pun melanda bumi. Nabi Nuh naik perahu bersama para pengikutnya, dan dimasukkan juga bersamanya masing-masing sejoli dari berbagai binatang, tak ketinggalan anjing dan kucing. Nabi Nuh melarang mereka, agar untuk sementara waktu tidak melakukan persetubuhan selama dalam perahu. Hal ini di maksudkan agar mereka tidak beranak yang nantinya dapat menyebabkan perahu menjadi sempit akibat bertambahnya jumlah penumpang. Demikianlah yang di riwayatkan oleh Wahab bin Munabbih.

Sementara itu, diriwayatkan bahwa anjing tidak kuasa menahan gejolak nafsu, sehingga mereka melakukan persetubuhan di atas perahu. Celakanya peristiwa itu di ketahui oleh kucing. Maka kucing pun melapor kepada Nabi Nuh Alaihis Salam.

Kemudian Nabi Nuh memanggil anjing dan memarahinya. Namun anjing mengingkari perbuatannya. Kemudian kucing berkata kepada Nabi Nuh, “Wahai Nabiyullah, saya melihat dengan mata kepala sendiri. Kalau sekiranya engkau berdoa kepada Allah, tentu akan tampak bagimu tanda-tandanya dan engkau dapat melihat dengan mata kepala sendiri.”

Lalu Nabi Nuh pun berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, dan ternyata anjing melakukan persetubuhan kembali, bahkan lebih menyemangatkan perbuatannya dan lebih bernafsu, sehingga tidak bisa terlepas dan tetap lengket. Maka kucing pun datang kepada Nabi Nuh untuk melaporkan hasil pengintaiannya.

Nabi Nuh Alaihis Salam datang menyaksikan anjing melakukan pelanggaran itu. Anjing menjadi malu akibat perbuatannya itu, akhirnya anjing berdoa kepada Tuhan sambil berkata, “Wahai Tuhanku, singkaplah cela kucing sewaktu bersetubuh sebagaimana dia telah menyingkap cela kami…”

Ternyata Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan doa anjing, sehingga sama-sama kita ketahui bahwa sampai saat ini pun apabila kucing sedang melakukan persetubuhan, mereka berteriak-teriak, yang mengakibatkan makhluk lain menjadi tahu apa yang dia perbuat. Inilah balasan terhadap kucing yang suka membuka cela anjing.

Maka demikian pula berlaku bagi Anak Adam, siapa yang suka membuka aib temannya yang beriman, maka Allah Azza wa Jalla akan membuka tutup cela dan rahasianya di hari kiamat nanti. Demikian pula sebaliknya, siapa yang suka menutup atau merahasiakan cela temannya yang beriman, maka Allah pun akan merahasiakannya di hari Kiamat Nanti, sebagaiman hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

“Dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, ‘Orang yang menutupi kejelekan orang lain di dunia, kelak Allah Ta’ala akan menutupi kejelekkannya di hari Kiamat.”(HR.Muslim).

Menutupi Duka

Abu Thalhah adalah salah seorang sahabat Nabi yang amat beruntung karena kehidupan keluarganya yang sakinah. Isterinya yang bernama Rumaisah atau lebih dikenal dengan Ummu Sulaim bukan hanya cantik dan menggairahkan, tapi juga shalehah dan cerdas. Karunia seorang anak dari Allah swt melengkapi kebahagiaan keluarga ini.

Namun demikian, selalu kumpul di rumah dalam menikmati kebahagiaan tidaklah mungkin. Seorang suami dan bapak harus keluar dari rumah untuk mencari nafkah yang juga menjadi tanggungjawab dan bukti cintanya kepada keluarga. Bahkan dalam situasi yang mendesak ia tetap harus lakukan hal itu.

Suatu ketika anak semata wayang yang mereka cintai jatuh sakit, sementara Abu Thalhah harus keluar rumah untuk mencari nafkah dan bila tidak keluar rumah, ia tidak mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Karenanya, meskipun terasa berat ia tetap pergi untuk melaksanakan kewajibannya itu.

Ketika sore hari, anaknya yang sakit akhirnya meninggal dunia. Duka amat dalam dirasakan oleh Rumaisah, iapun mengucurkan air mata sampai terasa sudah habis bersama kesedihannya yang juga demikian. Hari sudah mendekati malam yang berarti suaminya segera pulang, ia tidak ingin suaminya pulang yang dalam keadaan lelah harus berhadapan dengan kesedihan yang dalam dan tidak menyenangkan.
READ THE FULL ARTICLE >>

Kemuliaan Wanita

Ba’da Tahmid Wa Shalawat

“ Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan kami berikan kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan “ (Q.S.16:97)

“ Apabila seorang wanita shalat 5 waktu, berpuasa di bulan ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya niscaya dia akan masuk jannah” ( HR. Ibnu Hibban)

Subhanallah betapa mulianya wanita….

Ketika kita menyadari seberapa tingginya kemuliaan wanita sholeha. Penghormatan yang diberikan tidaklah setengah-setengah, seperti dikatakan dalam suatu hadis “ Ad-dunya mataul khoir… mata’al maratus sholihah/ dunia itu adalah perhiasan dan perhiasan dunia yang baik itu adalah wanita sholeha”

Sahabatku para bidadari surga yang Allah sayangi…

Ingatkah kisah Sarah r.a istri Nabi Ibrahim as/khalilullah, Asiah binti mazhaim r.a, Maryam binti imran a.s, Khadijah binti khuwailid r.a..mengapa mereka dimuliakan Allah swt??

Siti Sarah r.a….

Satu ketika Nabi Ibrahim bersama Nabi luth a.s sedang pergi menuju wilayah syam untuk bertemu pamannya dan bertemulah dengan sarah yang sangat cantik.

Bahkan hingga Nabi Ibrahim a.s berkata “ Belum ada wanita yang memiliki kecantikan seperti hawa hingga zaman ini selain sarah”

Kecantikannnya bahkan menggoda Raja mesir yang di kala itu memerintah dan menguji ketangguhan iman siti sarah..

Dalam sebuah riwayat..

Nabi Ibrahim as berbohong demi kebaikan selama hidupnya hanya 3 x..

1 ) saat kecil diajak beribadah oleh ayahnya azar, beliau mengatakan sedang sakit,..

2 ) saat menghancurkan patung berhala beliau mengatakan berhala yg besar itu yg melakukan..

3 ) saat ia ditanya pegawai mesir siapa sarah.. maka ia mengatakan ia saudariku”

Alasan mengapa saat itu beliau berbohong tentang sarah..

jika ia mengatakan sarah adalah istrinya maka beliau dipaksa menceraikan dan sarah disakitinya..

Dalam hadis Riwayat Bukhari/Muslim.

Rasullullah saw mengkisahkan saat siti sarah di sandera dalam kamar raja mesir..

“ Ibrahim as berhijrah bersama sarah lalu beliau dimasukan ke sebuah negeri yang diperintah oleh seorang raja dari raja. Seorang pengawalnya melaporkan kepada raja “ bahwa Ibrahim datang membawa wanita yang cantik”

Raja pun bertanya kepada Ibrahim as tentang wanita yg dibawanya “ Wahai Ibrahim siapa wanita yang engkau bawa “

Nabi ibrahim pun menjawab “ia adalah saudariku”

Kemudian Ibrahim berkata kepada sarah “ Jangan kamu katakana kepadanya aku dusta karena aku mengatakan kepada mereka engkau adalah saudariku. Demi Allah, tidak ada seorang mukmin di bumi ini selain aku dan dirimu”

Dibawalah sarah kedalam kamar Raja mesir.. READ THE FULL ARTICLE >>

Ribuan Orang Sembuh dengan Bacaan Quran di Sebuah Klinik Chenchnya

Benarlah firman Allah dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa Al-Quran itu adalah “Syifa” atau obat, bukan hanya obat bagi ruhani yang kering tapi juga bisa menjadi obat bagi penyakit medis, dan hal ini sudah banyak dibuktikan termasuk di negara Chenchnya.

Ribuan pasien telah berhasil diobati dan disembuhkan dengan pembacaan Al-Quran secara sendirian di sebuah klinik gratis di Chechnya Grozny, kata sebuah pernyataan pada situs presiden Chechnya pada hari Rabu kemarin (3/2).

“Sejak hari pembukaan pertama kali,  klinik gratis di Islamic Center di Chenchnya telah memiliki dan melayani lebih dari 60.000 pasien. Kebanyakan dari mereka yang mengunjungi klinik gratis di Islamic Center untuk merekoveri kesehatan mereka.

Klinik gratis ini membantu mereka untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik dengan cara non-tradisional – yaitu, dengan membaca Alquran,” kata pernyataan tersebut.

Bahkan Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov ikut ambil bagian dalam perayaan pembukaan klinik gratis tersebut pada hari Selasa yang lalu untuk menandai ulang tahun pertama Islamic center Chenchnya. Presiden Ramzan Kadyrov mendapatkan presentasi dari pimpinan Islamic Center Daud Selmurzayev, dan Akhmad Kadyrov, pimpinan tertinggi muslim Republik Chechnya.

“Islamic Center telah sangat populer tidak hanya bagi penduduk republik Chenchnya, tetapi juga bagi umat Islam dari wilayah Rusia lainnya dan negara-negara CIS,” kata Kadyrov.(fq/rian)

10 WASIAT PENTING DARI HASAN AL’BANA

Wasiat Pertama: Bangunlah segera untuk melaksanakan sholat apabila mendengar adzan walau bagaimanapun keadaanmu.
Wasiat ini mengandung perintah agar setiap Al-akh mendahulukan sholat lima waktu dari perkara lainnya. Karena sholat di awal waktu merupakan amal Islam yang paling utama sebagaimana dikemukakan Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam ketika ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah amal yang paling utama ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Sholat pada waktunya”. Wasiat ini juga mengharuskan jamaah ikhwan untuk selalu menanti waktu-waktu sholat. Akan lebih utama bila seorang akh itu selalu dalam keadaan berwudlu beberapa saat sebelum adzan berkumandang sehingga dia dengan segera dapat mendatangi masjid dan sholat berjamaah. Al-Akh tidak boleh memprioritaskan hal lain selain dari waktu sholat ini.

Wasiat Kedua: Baca, telaah, dan dengarlah Al-Qur-an berdzikirlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan janganlah engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada faedahnya.

Setiap akh diwajibkan untuk selalu berinteraksi dengan Kitabullah Al-Qur-an. Mereka wajib membacanya di mana ada kesempatan. Di setiap pertemuan yang diselenggarakan ikhwah hendaknya dimulai dengan membaca Al-Qur-an. Selain itu ikhwah juga diminta untuk menelaah atau mentadabburkan isi Kitabullah sesering mungkin. Ini bisa dilakukan dengan membaca Kitab-kitab tafsir atau buku-buku Manhaj Islam yang menguraikan nilai-nilai Al-Qur-an.

Bukankah Nabi mengatakan bahwa sebaik-baik ummat beliau adalah yang memperlajari dan mengajarkan Al-Qur-an. Imam Syahid juga mengingatkan agar waktu dimanfaatkan untuk berdzikir dalam segala keadaan. Surat-surat tertentu dan ayat-ayat pilihan biasa dapat dibaca dalam berbagai keadaan.

Disamping itu ada bacaan-bacaan dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan hauqallah yang sangat penting dilakukan dalam setiap keadaan ikhwah… Misalnya ketika berkendaraan, menunggu sesuatu, atau tengah diam… Ikhwah hendaknya tidak menyia-nyiakan waktu bagi hal-hal yang tidak bermanfaat karena di antara ciri orang-orang mukmin adalah “Alladzina hum anillaghwi mu’ridhuun” (Orang-orang yang menghindarkan diri dari perkataan atau perbuatan yang tidak ada manfaatnya.

Wasiat Keempat: Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang percakapan karena hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan.

Imam Syahid mengingatkan para ikhwah untuk menjauhi perdebatan dan berdiskusi tentang hal-hal yang tak perlu. Ikhwah dianjurkan banyak bicara tetapi tentang hal-hal yang penting atau mendesak untuk dibicarakan… Perdebatan selamanya hanya melukai orang yang didebat karena setiap orang selalu berusaha mempertahankan pendapatnya kendati salah. Al-Qur-an sendiri mengingatkan kita dari bicara serampangan karena syaitan itu memecah belah manusia dari perkataan yang buruk. (S. Al-Isra: 53) READ THE FULL ARTICLE >>

SEBAB TIMBULNYA SIFAT SOMBONG

Ketahuilah, seseorang tidak akan sombong kecuali yang suka memuliakan diri. Dan seseorang tidak akan memuliakan dirinya sendiri kecuali meyakini bahwa ia memiliki sifat-sifat sempurna. Kesemua itu berkaitan dengan urusan agama dan dunia yang berkaitan dengan agama, yaitu ilmu dan amal perbuatan, sedangkan yang berkaitan dengan dunia, yaitu keturunan (nasab), kecantikan, kekuatan, harta dan banyak teman. Tujuh faktor ini merupakan sebab timbul sifat sombong.

Sebab pertama : Ilmu

  • Menganggap orang lain bodoh (Dunia)
  • Mengatakan bahwa ia memiliki kedudukan lebih tinggi di sisi ALLAH dari orang lain (Akhirat)

Sebab kedua : Amal dan Ibadah

  • Menganggap bahwa ibadahnya yang dilakukan memberikan rahmat bagi orang lain (Dunia)
  • Menganggap orang lain akan binasa dan mendapatkan kemurkaan dari ALLAH kecuali dirinya yang selamat (Akhirat)

Sebab ketiga : Garis keturunan (Nasab)

  • Mengganggap rendah orang yang memiliki nasab di bawahnya, walaupun orang itu lebih tinggi ilmunya dan lebih baik amal perbuatannya (Dunia)
  • Mengatakan bahwa nenek moyangnya lebih mulia di sisi ALLAH dari orang lain (Akhirat)

Sebab keempat : Kecantikan

  • Meremehkan, menjelekkan, dan menyebarkan keburukan orang lain dan menyebut-nyebut kecantikan dirinya (Dunia dan Akhirat)

Sebab kelima : Harta

  • Mengatakan “….kamu adalah orang miskin, kalau mau saya beli orang sepertimu dan saya jadikan budakku…” (Dunia)
  • Bersedekah hanya untuk dilihat orang lain bahwa dia orang kaya dan mengatakan bahwa hanya sedekahnya yang diterima ALLAH (Akhirat)

Sebab keenam : Kekuatan

  • Kedholiman terhadap orang yang lemah

Sebab ketujuh : Pengikut, Pendukung, Murid, Anak, Keluarga

  • Berusaha mencapai kesempurnaan walaupun apa yang dilakukan diakuinya merupakan perbuatan tercela